Translate
Jumat, 07 Oktober 2022
2.3.a.8. Koneksi Antarmateri - Modul 2.3
Selasa, 20 September 2022
2.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.2. Pembelajaran Sosial emosional
Pembelajaran Sosial emosional
- Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa …… sehingga…..Setelah mempelajari modul ini, ternyata ………….
- Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:
- Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah:
1) bagi murid-murid:2) bagi rekan sejawat:
Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa mengontrol penuh murid dengan mengarahkan murid sesuai dengan apa yang saya arahkan sehingga kelas menjadi diam dan tenang, selama jam pelajaran dapat membuat tujuan pembelajaran berhasil.
Setelah mempelajari modul ini ternyata diam dan tenang bukan berarti pembelajaran yang kita lakukan berhasil karena pembelajaran yang kita lakukan tidak sampai ke seluruh murid yang di kelas. dengan perbedaan karakteristik dalam kelas perlunya diferensiasi dalam pembelajaran serta kesadaran penuh dengan penguasaan kompetensi sosial emosional yang baik akan meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran di kelas.
3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:
Mendidik bukan membuat lembaran baru untuk murid melainkan menguatkan apa yang telah ada pada murid sesuai dengan kodradnya. Pendidikan itu adalah menguatkan segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak; agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Mendidik pikiran tanpa mendidik hati, adalah bukan pendidikan sama sekali” (Aristoteles, Filsuf).
Sebagai pendidik seharusnya dalam mendidik bukan hanya pikirannya melainkan harus bisa sampai pada hatinya karena akan lebih bermanfaat dan dapat menjadi bekal bagi murid. Murid diajak agar tergerak oleh motivasinya sendiri untuk belajar
Dialog tidak dapat terjadi tanpa kerendahan hati (Paulo Freire)
Dalam komunikasi pendidikan terkadang guru akan marah dan menghujat muridnya saat murid tidak bisa mengikuti instruksi dari guru. Berdasarkan teori keragaman murid memiliki cara tersendiri untuk memulai sesuatu, b
uatnya sesuatu agar murid mau tergerak bukan karena digerakkan.
Perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah:
1) Bagi Murid
Setelah saya sampai pada modul ini saya mulai memahami pentingnya mengajar dengan hati bukan dengan saya pikir. apa yang terlihat belum tentu itu kebenarannya dalam hal bagaimana memahami karakter murid. Kesadaran penuh dalam pembelajaran diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang holistik bagi murid untuk mencapai kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being)
2) Bagi rekan sejawat
Dengan saya menerapkan Budaya positif, pembelajaran yang berpihak pada murid dan memiliki kompetensi sosial emosional yang baik diharapkan rekan sejawat saya mulai bisa mengikuti dan tergerak untuk pembelajaran yang bukan hanya mementingkan kompetensi melainkan juga dapat mencapai kesejahteraan psikologi (well being)
Sabtu, 10 September 2022
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
2.1. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
| https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTjDPg_MhWQfLowQzU6Qt9r4ksG6ju8QCQ4tw&usqp=CAU |
- Tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Baik guru maupun murid memahami tujuan pembelajaran yang dilaksanakan
- Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya untuk memenuhi kebutuhan belajar muridnya
- Bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang proses belajar mereka.
- Manajemen kelas yang efektif. walaupun murid melakukan kegiatan yang mungkin berbeda-beda, namun kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
- Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, kemudian menyesuaikan rencana dan proses pembelajaran.
Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar murid.
- Kesiapan belajar murid (readiness)
- Minat murid
- Profil belajar murid
Kesiapan belajar murid
Minat murid
- membantu murid menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka sendiri untuk belajar;
- mendemonstrasikan keterhubungan antar semua pembelajaran;
- menggunakan keterampilan atau ide yang dikenal murid sebagai jembatan untuk mempelajari ide atau keterampilan yang kurang dikenal atau baru bagi mereka, dan;
- meningkatkan motivasi murid untuk belajar.
- menciptakan situasi pembelajaran yang menarik perhatian murid (misalnya dengan humor, menciptakan kejutan-kejutan, dsb);
- menciptakan konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan minat individu murid;
- mengkomunikasikan nilai manfaat dari apa yang dipelajari murid,
- menciptakan kesempatan-kesempatan belajar di mana murid dapat memecahkan persoalan (problem-based learning).
Profil Belajar Murid
- Preferensi terhadap lingkungan belajar
- Pengaruh Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal.
- Preferensi gaya belajar. Gaya belajar adalah bagaimana murid memilih, memperoleh, memproses, dan mengingat informasi baru. Secara umum gaya belajar ada tiga, yaitu: gaya belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik
- Preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences)
Guru yang memperhatikan dengan saksama hasil penilaian formatif, perilaku murid, refleksi murid, dan terbiasa mendengarkan dengan baik murid-muridnya biasanya akan lebih mudah mengetahui kebutuhan belajar murid-muridnya.
Senin, 29 Agustus 2022
1.4.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.4_Budaya Positif
BUDAYA POSITIF
- menghindari hukuman,
- memperoleh penghargaan dan
- menjadi orang yang menghargai diri sendiri berdasarkan kepercayaan masing-masing.
RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA
Latar Belakang
Tujuan
Tolak Ukur
- Murid memiliki motivasi intrinsik
- Murid berprilaku berdasarkan nilai yang diyakini bukan karena orang lain
- Murid mampu menterjamahkan nilai yang terkandung dalam setiap keyakinan kelas.
Linimasa Tindakan yang dilakukan
- Membuat Kesepakatan/Keyakinan kelas bersama dengan murid
- Meyakinin nilai yang tersirat dalam setiap keyakinan kelas
- Memahami konsekuensi dalam setiap perilaku di kelas.
- Menerapkan segitiga Restutusi
Dukungan yang dibutuhkan.
- Peran aktif murid
- peran aktif guru
- poster-poster keyakinan kelas.
Minggu, 14 Agustus 2022
Pemahaman Lokasi Melalui Peta
Pemahaman Lokasi Melalui Peta
Ketika berbicara tentang lokasi dan wilayah Indonesia, kita dibanjiri dengan berbagai istilah geografis seperti garis bujur, garis lintang, garis koordinat, dan legenda. Istilah-istilah ini mengacu pada peta, yang merupakan sistem atau alat terbaru untuk menyimpan dan mengambil informasi tentang lokasi dan lokasi area.
Omong-omong, peta tidak hanya berisi informasi tentang satu tempat. Namun, itu juga dapat memberikan informasi tentang distribusi, peristiwa, listrik, dan lain lain. dari area sumber daya alam. Oleh karena itu, sebelum berbicara tentang lokasi dan wilayah Indonesia, ada baiknya untuk terlebih dahulu memperdalam pemahaman Anda tentang lokasi melalui literasi peta.
Komponen Peta
Peta terdiri atas beberapa komponen penyusunannya. Komponen penyusunannya terdiri atas judul peta, skala peta, orientasi utara, simbol peta, garis astronomis, inset, legenda, dan sumber peta. Berikut adalah penjelasan masing-masing komponen peta berdasarkan pendapat Tim Kemdikbud (2017, hlm. 9-14) dimulai dari judul terlebih dahulu.
Judul Peta
Sesederhana nama komponennya, judul peta menyatakan apa isi suatu peta. Sebagai contoh, judul sebuah peta dapat berupa “peta penggunaan lahan di Indonesia”, maka isi dari peta tersebut adalah sebaran penggunaan lahan yang ada di Indonesia berupa permukiman, hutan, perkebunan, dan lain-lain.
Skala Peta
Skala peta menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dengan jarak yang sesungguhnya di lapangan. Contohnya, jika skala sebuah peta adalah 1 : 1.000.000, maka objek yang jaraknya 1 cm di peta sesungguhnya adalah 1.000.000 cm atau 1 km di lokasi sebenarnya (lapangan). Skala peta dapat dibedakan menjadi skala angka dan skala garis/grafis.
1. Skala Angka
Skala angka berwujud perbandingan angka, misalnya 1:10.000. Jika tidak disebutkan satuannya di belakang angka tersebut berarti satuan yang digunakan adalah cm, sehingga skala angka tersebut dibaca 1 cm di peta sama dengan 10.000 cm di lapangan.
2. Skala Garis/Grafis
Skala grafis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran tertentu. Biasanya skala garis/grafis disematkan juga pada kolom legenda.
Orientasi Utara
Sebuah peta memiliki orientasi arah utara yang membantu kita untuk mengetahui arah pada peta. Bentuk orientasi biasanya ditunjukkan oleh simbol berbentuk panah dengan bentuk yang bervariasi. Penempatan orientasi utara biasanya pada kolom legenda atau pada bagian yang kosong di muka peta.
Simbol Peta
Simbol peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuan simbol peta adalah untuk memudahkan pengguna peta dalam membaca dan memahami isi peta. Berdasarkan bentuknya, simbol peta dapat dibedakan menjadi simbol titik, garis, warna, area, koordinat, inset, legenda, dan sumber peta. Berikut adalah pemaparan masing-masing simbol dalam peta.
1. Simbol Titik
Simbol titik pada peta dapat berupa lingkaran, bujur sangkar, segitiga, dan lainnya. Lambang ibu kota biasanya diberi simbol bujur sangkar, gunung api berbentuk segitiga dan ibukota kabupaten berbentuk lingkaran, seperti pada gambar di bawah ini. Keterangan mengenai simbol biasanya disisipkan pada peta.
2. Simbol Garis
Simbol garis dapat digambar dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan. Ketebalan garis dapat diatur sesuai dengan kaidah perpetaan. Setiap bentuk atau ukuran ketebalan dapat merepresentasikan hal yang berbeda. Simbol jalan biasanya berupa garis kontinu (tanpa putus-putus) dengan ketebalan sesuai dengan kelas jalan yang diwakilinya.
3. Simbol Area
Objek simbol area yang digambar pada peta biasanya berupa ilustrasi dari objek yang ada di lapangan. Simbol area juga memiliki aturan tertentu dalam pemetaannya. Misalnya, area berupa sawah digambarkan dalam bentuk poligon tertutup yang di dalamnya terdapat simbol tanaman padi.
4. Simbol Warna
![]() |
| Simbol warna |
Simbol warna digunakan pada peta dengan aturan tertentu. Tidak sembarang warna dapat digunakan untuk objek-objek tertentu karena aturan perpetaan telah ditetapkan. Misalnya warna perairan (sungai, danau dan laut) diberi warna biru, jalan diberi warna merah, dll. Warna ketinggian dan kedalaman disesuaikan dengan objeknya yang menunjukkan adanya perubahan secara teratur dan seterusnya. Misalnya, kedalaman laut diberi warna biru dengan tingkat perubahan yang teratur dari biru terang ke biru gelap.
Garis Koordinat (Garis Astronomis)
Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur. Koordinat sangat penting pada peta karena akan menunjukkan lokasi pada peta dibanding lokasi lainnya di permukaan bumi serta menggambarkan karakteristik suatu lokasi atau wilayah yang dipetakan. Contohnya suatu lokasi yang terletak pada lintang tropis (ditengah peta dunia) akan memiliki karakteristik iklim tropis, seperti Indonesia.
Kamis, 11 Agustus 2022
1.3.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.3
Kaitan peran pendidik dalam mewujudkan pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila pada murid-muridnya dengan paradigma inkuiri apresiatif (IA)
- Ing ngarsa sung tulada (di muka memberi contoh),
- Ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita),
- Tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya)
| Roda Nilai Guru Penggerak |
Di masa mendatang, Guru Penggerak diharapkan dapat memainkan peran-peran memimpin perubahan dalam ekosistem pendidikannya masing-masing.
| Peran Guru Penggerak di lingkup kelas-sekolah dan lingkungan-masyarakat |
Setelah memahami dasar pendidikan, nilai dan peran guru penggerak mulailah melakukan perubahan dengan membuat visi untuk diri sendiri dalam mencapai perubahan yang diinginkan.
- Keaktifan murid dalam proses pembejaran
- Kemampuan teknologi digital pembelajaran
- Kesiapan murid menghadapai pembelajaran yang berdiferensiasi
- Pelestarian budaya local
- Perbaikan budi pekerti agar lebih bermartabat
Jumat, 27 Mei 2022
Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1
Oleh : Ahmad Sarip,S.Pd
Kesimpulan dan penjelasan mengenai pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.
Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan . Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.
Dasar Dasar Pendidikan yang Menuntun
Kodrat Alam dan Kodrat Zaman
Budi Pekerti
Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti . Keluarga juga merupakan sebuah ekosistem kecil untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya.
Budi Pekerti merupakan keselarasan hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya
Restitusi - Segitiga Restitusi
Segitiga Restitusi Sisi 1. Menstabilkan Identitas (Stabilize the Identity) Bagian dasar dari segitiga bertujuan untuk mengubah identitas ana...
-
Pemahaman Lokasi Melalui Peta Kelas VII, Semester ganjil Ketika berbicara tentang lokasi dan wilayah Indonesia, kita dibanjiri dengan ber...
-
Kaitan peran pendidik dalam mewujudkan pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila pada murid-muridnya dengan paradigma inku...
-
Pembelajaran Sosial emosional oleh. AHMAD SARIP, S.Pd CGP Angkatan 5 tahun 2022, Kutai Kartanegara Silakan jawab pertanyaan di bawah ini de...












